Ternak Lele Target 2 Bulan Panen-Maggot Black Soldier Fly

Budidaya ikan lele, merupakan salah satu dari sekian banyak budidaya perikanan air tawar yang saat ini sangat digandrungi masyarakat Indonesia. Selain karena permintaan yang melonjak dari tahun ke tahunnya, ikan lele merupakan jenis ikan air tawar yang waktu panennya tidak memakan waktu yang terlalu lama. Berikut ini adalah cara beternak lele target 2 bulan panen dan cara merawat benis lele baru menetas agar cepat besar. Perawatan ini meliputi pemeliharaan telur dan larva lele,  penyesuaian suhu, penyediaan larutan oksigen, pencegahan penyakit, pengelolaan air, dan pemberian pakan.

Pemeliharaan Telur dan Benih Larva Lele

Indukan ikan lele telah memijah biasanya akan mengeluarkan telurnya pada hari berikutnya setelah proses pemijahan. Embrio nantinya akan menjadi telur, dan telur akan berubah menjadi larva yang kemudian berubah menjadi bentuk dewasanya dari waktu ke waktu. Telur ikan lele bersifat melekat kuat pada lapisan kulit induknya. Pada dinding cangkang telur ikan lele terdapat lapisan enzim yang ketika bersentuhan dengan air akan terjadi respon. Sehingga bila anda mencabut telur dalam keadaan tersebut maka akan menjadi rusak.

Oleh karena itu, untuk meminimalisasikan faktor kerusakan atau kegagalan telur dalam proses penetasan, maka indukan ikan lele yang telah memijah harus segera diangkat dan dimasukkan ke dalam kolam pemeliharaan induk kembali.

Akan timbul tanda-tanda seperti warna kuning cerah kecoklatan untuk telur yang telah dibuahi, sementara warna putih pucat atau putih susu untuk telur-telur yang tidak terbuahi dengan baik . Untuk waktu yang dibutuhkan dalam perkembangan setelah pemijahan hingga proses telur menetas menjadi larva lele itu tergantung dari jenis dan kualitas ikan lele serta pengaturan suhu pada kolam pemijahan. Biasanya pada ikan lele, membutuhkan waktu kurang lebih satu hari mulai dari saat pemijahan.

Sesuaikan Suhu

Oksigen adalah salah satu faktor yang sangat penting bagi perkembangan telur dan larva ikan lele. Suhu air yang berkualitas akan sangat berpengaruh terhadap penetasan telur dan perkembangan larva. Ketika suhu air naik pada angka tertentu pada kolam penetasan telur, maka waktu penetasan telur juga akan meningkat menjadi lebih cepat. Namun harus tetap dikontrol agar jangan sampai terlalu panas sehingga menyebabkan telur mati. Biasanya telur membutuhkan suhu tertentu (suhu ideal) yang nantinya akan berguna untuk pemanfaatan dan perkembangan kuning telur yang maksimal mungkin.

Sehingga ketika telur menetas menjadi larva lele, maka akan diperoleh larva lele dengan organ tubuh yang lengkap, sehat, gesit, dan motok, dengan kondisi kuning telur besar sebagai sumber makanan yang masih ada dalam tubuhnya. Untuk budidaya ikan lele, suhu maksimal yang baik untuk prposes penetasan telurnya yaitu antara 24 derajat – 30 derajat Celcius.

Larutan Oksigen

Telur-telur ikan lele tersebut sangat membutuhkan asupan oksigen yang cukup dalam proses penetasannya. Oksigen tersebut akan berpindah ke dalam telur melalui lapisan atas atau permukaan cangkang telur. Oksigen maksimal yang dibutuhkan untuk kegiatan penetasan telur ikan lele adalah kurang lebih 5mg/liter. Ada beberapa cara untuk memeperoleh oksigen yaitu sebagai berikut:

  • memberikan aerasi dengan bantuan aerator
  • menciptakan arus laminar dalam media penetasan telur
  • mendekatkan telur kepermukaan air, karena kandungan oksigen paling tinggi berada dibagian paling dekat dengan permukaan air.

Pencegahan Penyakit

Setelah pemijahan terjadi, telur-telur tersebut nantinya akan menetas selama kurang lebih 1 hari. Dari situ embrio akan terus berkembang dan membesar sampai rongga didalam telur menjadi penuh olehnya hingga telur tidak mampu lagi lagi menampungya. Maka pada saat itu terjadi pangkal sirip ekor akan bergerak hingga memecahkan cangkang telur, dan embrio pun keluar menjadi larva lele.

Cara agar air tidak mengandung mikro organisme berbahaya yang akan memperlambat penetasan, dapat dilakukan dengan cara berikut ini:

  • mengendapkan air untuk media penetasan telur selama 3-7 hari sebelum digunakan
  • menambahkan obat antijamur seperti red bluedox, atau methylen blue, kedalam kolam penetasan
  • lakukakan penyinaran dengan matahari langsung
  • gunakan air bersih yang bersumber dari mata air langsung ataupun berasal dari sumur
  • lakukan pergantian air untuk menghindari adanya penyakit yang menyerang telur
  • setelah telur penetas lakukan pergantian air

Pengelolaan Air Untuk Larva

Telur yang telah menetas menjadi larva biasanya memiliki warna berwarna hijau kekuning kuningan. Larva biasanya berkumpul berkelompok didasar bak penetasan, sesekali muncul ke permukaan. Lakukan pemeliharaan dengan melakukan pergantian air setiap 2 hari sekali sebanyak 40-60%, agar kualitas air selalu terjaga.

Pergantian air ini dilakukan dengan tujuan agar sisa-sisa kotoran dapat terbuang, seperti sisa cangkang telur atau telur yang mati karena gagal menetas. Apabila anda tidak membuang kotora-kotorang tersebut maka kotorang tersebut akan mengendap di dasar kolam, membusuk, dan mengeluarkan bau tidak sedap. Sehingga dari situlah akan timbul penyakit-penyakit yang akan menyerang larva.

Agar tidak membuat larva menjadi stress atau malah ikut terbuang bersama kotoran, maka lakukan pembuangan air kotor secara palan dan hati-hati.

Pemberian Pakan Untuk Larva

Larva ikan lele berumur 0-4 hari biasanya memiliki bobot minimal 0,05 gram dengan panjang badan mencapai 0,75 sampai 1cm. Pada umur 0-4 hari ini larva lele belum memiliki bentuk tubuh sempurna. Karena larva tersebut masih membawa kuning telur dan minyak yang berfungsi sebagai cadangan makanan dalam tubuhnya.

Cadangan makanan tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk proses perkembangan organ tubuh seperti, pembentukan sirip, mulut, mata dan saluran pencernaan.

Sejalan dengan proses perkembangan organ tubuh larva, larva lele yang membawa bawa kuning telur dan minyak pada tubuhnya tersebut akan habis dalam jangka waktu kurang lebih 3 hari. Oleh karena itu, setelah kuning telur dan minyaknya habis maka segera di beri pakan. Pakan yang diberikan pada lele umur 4-10 haru yakni berupa pakan yang memiliki ukuran yang sesuai dengan bukaan mulut larva. Pakan tersebut berupa cacing sutera, cacing sutera akan lebih memudahkan larva dalam mengkonsumsi pakan yang diberikan. Pakan juga harus mudah dicerna dan mengandung nutrisi dan protein yang tinggi.

Pada saat larva ikan lele tersebut berumur 0-4 hari maka pakan yang diberikan adalah kuning telur. Pada saat lele berumur 4-10 hari, maka dapat diberikan pakan berupa:

  • cacing sutera
  • Artemia sp
  • daphnia sp atau kutu air

Pakan tersebut diberikan secara berkala dengan frekuensi pemberian pakan 4 kali sehari pada waktu pagi, siang, sore, dan malam hari. Jangan terlalu banyak memberi pakan akan kolam tidak menjadi kotor. Ketika larva tidak responsif lagi paka pakan, maka hentikan.

Jadwal Pemberian Pakan Larva Lele Agar Cepat Besar

  • Kuning telur: Hari ke 4-5

Pisahkan putih telur dan kuningnya, berikan hanya kuning telurnya saja.

  • Artemia sp: Hari ke 6-13

Artemia merupakan zooplankton yang diklasifikasikan ke dalam filum Arthropoda dan kelas Crustacea.

  • Daphnia sp: Hari 12-17

Daphnia sp merupakan udang-udangan renik air tawar dari golongan Brachiopoda.

  • Tubifex sp: Hari 17-21

Tubifex SP merupakan cacing sutra atau cacing rambut termasuk kedalam kelompok cacing–cacingan.

Yurie

Pin It on Pinterest

Share This