Ternak Maggot BSF

Bila anda ingin panen telur BSF mencapai ribuan telur setiap hari, maka anda memerlukan alat khusus yang disebut biotong. Saat ini alat tersebut jarang diperjual belikan di pasar, dan harus dibuat sendiri. Bila anda membeli dipasar luar negeri, harga biotong bisa mencapai jutaan rupiah, semetara bila membuat sendiri hanya membutuhkan modal 100.000-200.000 rupiah dengan ukuran 1×1 meter. Dibawah ini akan dibahas mengenai ternak maggot BSF mulai dari panen telur maggot, fase pre-pupa, tempat pre-pupa,  hingga panen, serta penyebab gagal panen maggot BSF.

Fase Pre-Pupa (Larva Maggot BSF)

Maggot BSF remaja (berumur 2-3 mingguan) akan berubah warnanya menjadi berwarna hitam atau coklat muda. Maggot BSF remaja atau pre-pupa, secara alamiakan mencari jalan keluar pindah dari media tempat tinggal koloni BSF dalamBioTong dan mencari tempat yang lebih kering sebelum akhirnya berubah menjadipupa atau kepompong lalu menetas menjadi BSF muda.

Setelah memasuki umur remaja atau pre-pupa, larva akan mulai bergerak mencari jalan keluar dari tumpukan media untuk mencari tempat yang lebih kering. Pada awal masa pencarian tempat yang lebih kering, mereka akan bergerak berkeliling di sepanjang “pingggiran” BioTong. Jika BioTong anda berbentuk bulat/persegi panjang/ kotak/ tidak beraturan sekalipun. Anda akan melihat mereka berjalan menelusuri pinngiran BioTong dan berusaha mencari jalan ke luar.

Tempat pre-pupa sukai adalah sebagai berikut:

  • Dibawah bebatuan
  • Dibawah tumpukan batu bata
  • Ditumpukan sampah kering
  • Ditumpukan dedaunan kering
  • Ditumpukan kotoran hewan kering
  • Dibawah ember/wadah plastic
  • Dan lain sebagainya.

Sedangkan karakter tempat yang disukai larva yaitu:

  • Tempat yang terlindung dari sinar matahari langsung
  • Tempat yang terlindung dari curah hujan
  • Tempat yang terlindung dari hembusan angin langsung
  • Tempat yang disebutkan cenderung kurang cahaya.

Tempat kering dan terlindung seperti uraian di atas memberikan sinyal bahwa pre-pupa menyukai tempat kering, terlindung, tidak terlalu terang cenderung agak gelap dan hangat.

Dengan mengetahui perilaku, kesukaan dan kebiasaan pre-pupa, maka saat kita budidaya BSF sudah selayaknya menyediakan suasana dan lingkungan yang mendekati dengan alam aslinya sehingga maggot pre-pupa betah dan tidak kabur. Cara mengumpulkan pre-pupa juga tergolong sangat mudah dan otomatis, Inilah luar biasanya budidaya maggot BSF, cukup dengan menyediakan tangga untuk pre-pupa naikyang di ujung tangganya sudah kita siapkan lubang dan wadah penampungan pre-pupa. Dengan cara seperti ini hasil panen maggot BSF sudah dapat dipastikan kering,tidak kotor, dan tidak perlu besentuhan langsung dengan pre-pupa. Kemudian setelah dikumpulkan dalam wadah penampungan, anda dapat memanfaatkannya sesuai kebutuhan Anda.

Tingkat kemiringan tangga sebaiknya berkisar 45°, ini untuk memudahkan pre-pupamenaiki tangga, jika terlalu curam akan menyulitkan pre-pupa naik danmengakibatkan sering terjatuh dan kembali ke media.

Tahukah Anda bagaimana cara pre-pupa bisa menaiki tangga? di mulut pre-pupa ada alat seperti kail atau kait yang digunakan untuk menahan bobot badan dan terus bisa bergerak ke atas. Di fase pre-pupa ini, mereka sudah tidak makan lagi, jadi Anda tidak perlu menyediakan makanan apapaun.

Jika anda memberikan pakan justru mereka akan pergi menjauhi pakan tersebut, aroma dan “hawa” pakan yang disediakan. Mereka merasa, tempat tinggal tersebut belum memenuhi syarat dan mereka akan bergerak kembali untuk mencari tempat yang baru.

Jadi jangan siapkan pakan untuk pre-pupanya, agar pre-pupa nya betah dan tidak kabur. Semasa pre-pupa keluar dari koloni atau media, pre-pupa akan mengosongkan saluran pencernaannya dan mengeluarkan zat antibiotik. Ini merupakan proses pembersihan diri yang menjadi faktor kunci mengapa maggot bsf fase pre-pupa tidak lagi membawa pathogen/ penyakit berbahaya. Artinya di fase inilah, maggot (pre-pupa) yang terbaik untuk di manfaatkan sebagai pakan alternatif ternak, dan hewan peliharaan.

Penyebab Kegagalan Budidaya Maggot BSF

Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang membuat budidaya maggot BSF anda gagal panen.

  1. Kurangnya pengetahuan lengkap, mendasar, dan prinsip-prinsip dalam budidaya maggot BSF.
  2. Ini adalah edisi perdana atau pertama kalinya kami memelihara maggot yang tanpa sengaja tanpa dasar pengetahuan dan niatan untuk budidaya maggot BSF.
  3. Komposisi yang tidak seimbang antara pakan dan jumlah maggot yang ada. Dalam hal ini jumlah maggot BSF yang sedikit dengan pakan yang banyak lebih dari 80%.
  4. Komposisi bahan pakan yang tidak seimbang membuat tempat pemeliharaan menjadi cukup panas sehingga maggot BSF banyak yang mati semua ukuran.
  5. Ketebalan tumpukan pakan membuat maggot sulit bergerak dan ruangan menjadi panas.
  6. Tempat pemeliharaan yang terlalu padat menyulitkan maggot BSF sulit bergerak leluasa tanpa sirkulasi udara yang lancar.
  7. Komposisi pakan masih menjadi pemicu utama, walaupun tumpukan media dikurangi tetap berakibat panas berlebih bahkan panasnya merembet ke wadah pemeliharaan bagian luar.
  8. Penggunaan bekatul dicampur ampas kelapa salah satu pemicu utama media pemeliharaan menjadi panas.
  9. Penggunaan pellet memicu bau daging yang mengundang lalat selain BSF datang dan berkembang biak cukup cepat, dan pendapatan telur dari pancingan BSF liar menurun dari 15 lubang pada hari pertama, 12 lubang pada hari ke-dua, 2 lubang pada hari ke-tiga, dan 5 lubang pada hari ke-empat. Ketika artikel ini ditulis sedang dalam masa pemancingan telur dari BSF liar pada hari ke-empat dan tempat bertelur menggunakan potongan kardus setebal kurang lebih 1 cm diletakkan di atas media pembesaran larva BSF.
  10. Wadah pemeliharaan yang kurang rapat sehingga memudahkan lalat selain BSF hinggap dan berkembang biak di media pemeliharaan larva BSF.
  11. Wadah yang cukup terbuka membuat larva yang sudah masuk tahap pree puppa keluar dan kabur entah ke mana.

Yurie

Pin It on Pinterest

Share This