Pakan Ikan Lele

Pakan lele terbagi menjadi 3 jenis, ada pakan ikan lele alami, pakan lele tambahan, dan pakan lele campuran. Untuk pakan alami anda dapat menggunakan mikroorganisme atau larva maggot. Untuk pakan selanjutnya akan dibahas di bawah ini.

A. Pakan Alami

Untuk pakan ikan lele alami dapat berupa larva maggot ataupun jenis-jenis binatang kecil seperti plankton atau mikroorganisme kecil lain yang baik untuk ikan lele. Bila anda kembali ke atas pada proses pemupukan maka proses pemupukan tadi bertujuan untuk menciptakan mikrorganisme baik untuk pakan alami ikan lele.  Makanan bibit alami lele dapat berupa mikro organisme, plankton, cacing darah (ucu), larva maggot, darah sapi, dan lain sebagainya.

B. Pakan Tambahan

Selain pakan alami, ikan lele harus diberi pakan tambahan karena pakan tambahan tersebut dimaksudkan untuk mempercepat proses pertumbuhan ikan lele. Makanan tambahan ini dapat dengan mudah kita dapatkan tanpa harus sudah mencari ataupun membeli, karena makanan tambahan bisa berupa binatang tiren, jenis usus seperti usus ayam, sisa makanan, daun daunan, ataupun dengan pasta atau pellet maggot yang memiliki kandungan protein cukup tinggi dan bagus untuk pertumbuhan ikan lele. Untuk pakan bibit lele tambahan dapat juga berupa campuran dedak dan larva maggot yang dan haluskan. Atau bisa juga menggunakan campuran larva maggot, bekatul dan tepung jagung dan haluskan.

C. Pakan Campuran/Buatan

Untuk pakan campuran atau buatan, kiata bisa mendapatkannya di toko-toko ternak atau pertanian. Bentuk pakan campuran ini biasanya berupa dedak, pelet, pasta dan lain sebagainya. Anda juga bisa menggunakan pakan buatan dari bahan larva maggot atau maggot. Makanan buatan ini biasnya dijadikan sebagai pakan alami karena kandungan gizinya yang baik bagi pertumbuhan ikan lele. Anda dapat meracik sendiri bahannya dengan total bahan yang dicampur mencapai berat 100gr. Komposisinya adalah: tepung darah 5gr, vitamin 1gr, bungil kacang tanah 18gr, bungil kacang kedelai 20gr, tepung maggot 27gr, mineral 0.5gr, dedak 9gr, tepung kacang hijau 9gr, tepung terigu 10.5gr.

Untuk makanan berupa maggot BSF itu sendiri yaitu maggot lalat tentara hitam yang memiliki tubuh panjang, bukan dari lalat ijo atau yang lainnya karena hanya akan membawa sumber penyakit.

Maggot BSF banyak digunakankan sebagai pengganti pakan tepung ikan karena memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang tidak jauh berbeda dengan tepung ikan. Bahkan kandungan protein pada maggot BSF sangat tinggi mencapai 35%-55%. Biaya produksi maggot BSF terbilang sangat murah karena pakan utama maggot merupakan sampah, dan kita dapat mendapatkan sampah dipasar dengan biaya minimal. Sehingga dengan biaya 3-5 ribu rupiah kita dapat memproduksi maggot BSF.

Yurie

Pin It on Pinterest

Share This