Apa Itu Ikan Lele?

Ikan lele merupakan ikan air tawar yang dapat hidup dalam kondisi alam atau cuaca seperti apapun. Ikan lele banyak diminati oleh masyarakat karena rasa dan kandungan gizinya yang cukup banyak. Kandungan gizi ikan lele beruka vitamin, asam lemak, protein, omega 3, dan masih banyak lagi. Potensi pasar ikan lele sangat menggiurkan sehingga banyak masyarakt yang mulai membudidayakannya untuk penjualan atau konsumsi. Salah satu unsur utama dalam budidaya lele adalah ketersediaan pakan, tentunya para peternak ingin lelenya sehat besar, dengan penggunaan/ pembuatan pakan ikan yang hemat namun memiliki kandungan gizi yang cukup bagi pertumbuhan ikan lelenya. Oleh karena itu, berikut ini akan dibahas mengenai bahaya makan ikan lele, serta seperti apa bahan membuat pakan ikan lele.

Ikan Lele

Bahaya Mengkonsumsi Ikan Lele?

Akhir-akhir ini telah viral berita mengenai bahaya mengkonsumsi ikan lele. Kabar ini telah membuat para pembudidaya lele menjadi gusar karena dapat menurunkan permintaan ikan lele mereka. Memang ada ikan lele yang berbahaya dan tidak. Ikan lele yang berbahaya ini berasal dari alam liar dengan lingkungan yang telah tercemar sehingga apabila dikonsumsi dapat menyebabkan potensi terkena penyakit kanker. Ikan lele yang dapat menyebabkan kanker tersebut telah teracuni oleh semacam merkuri dan limbah kimia yang berasal dari pembuangan limbah pabrik.

Bila ikan lele yang anda konsumsi berasal dari ikan budidaya, maka anda tidak perlu takut dan khawatir karena ikan tersebut dirawat dengan baik dan diberi pakan yang memiliki kandungan gizi dan protein tinggi. Bahan-bahan pembuatan pakan ikannya pun disortir agar menghasilkan ikan lele berkualitas dan besar-besar. Berikut ini adalah Bahan dan cara pembuatan pakan ikan lele yang dapat membuat ikan lele anda sehat, gesit, dan besar.

Bahan Pembuatan Pakan Ikan Lele

Pakan ini termasuk pakan buatan, berupa pellet dan lain sebaginya. Memang saat ini sudah banyak pabrik-pabrik yang memproduksi pakan lele berbentuk pellet. Pellet digunakan sebagai pengganti sumber protein untuk ikan lele anda setelah pakan alami. Memang saat ini untuk harga pakan terbilang cukup mahal. Namun, anda tidak perlu khawatir, anda dapat membuat pakan lele buatan anda sendiri.

Membuatnya tidak begitu sulit, selain hemat biaya, anda juga dapat memperkirakan sendiri berapa banyak takaran gizi yang akan anda berikan pada ikan anda. Bahan-bahannya dapat anda beli di toko ternak terdekat. Namun sebelum membuatnya anda harus memperhatikan kandungan apa saja yang harus ada dalam pakan lele buatan anda.

1. Vitamin

Vitamin dibutuhkan untuk ikan untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuhnya.

2. Mineral

Mengapa pakan anda harus mengandung mineral? mineral ini nantinya dibutuhkan ikan untuk pembentukan jaringan tubuh dan metabolisme ikan lele.

3. Protein

Protein merupakan unsur penting bagi pertumbuhan ikan lele anda. Anda harus memastikan campuran tepung pakan buatan anda memiliki kandungan protein 35-70%. Tepung  campuran tersebut dapat berupa, tepung ikan, atau tepung maggot BSF.

4. Lemak

Lemak berfungsi sebagai gizi yang dapat membuat ikan tumbuh besar, namun jangan terlalu banyak juga kandungan lemak pada pakan buatan anda. Bila terlalu banyak malah akan membuat ikan tidak sehat. Kandungan Lemak yang baik pada paka adalah 13-15%.

5. Karbohidrat

Untuk tingkat karbohidrat yang dibutuhkan untuk pakan sekitar 25-45%.

Cara Membuat Pakan Ikan lele

Alat dan bahan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

  • Ember, baskom, atau drum
  • Bekatul 8kg
  • Dedak Halus 6kg
  • Tepung ikan/ tepung Maggot BSF 1kg
  • Vitamin 1 bungkus
  • Larutan prebiotik em4 warna merah muda 0.5 liter
  • Daun pepaya 3 lembar/ m2. Fungsi daun pepaya ini adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi sifat kanibal pada ikan lele.
  • Ragi tempe 125gr
  • Air matang secukupnya

Cara Pembuatannya adalah:

  • siapkan alat dan bahan
  • haluskan daun pepaya terlebih dahulu
  • campur semua bahan
  • tambahkan air sedikit demi sedikit, aduk hingga rata
  • masukan bahan yang telah rata kedalam drum
  • fermentasi selama 5-7 hari
  • bolongi tutup wadah agar sirkulasi udara lancar
  • setelah 7 hari anda dapat mencetak adonan sesuai keinginan anda
  • keringkan di bawah sinar matahari
  • masukan dalam kantong kedap udara

Perlu di ingat bahwa setiap takaran pembuatan pakan itu berbeda-beda. Biala nda ingin membuat skala pabrik maka komposisinya pun berbeda dan perlu dirubah kembali.

 

Yurie

Pin It on Pinterest

Share This