Budidaya Ikan Lele Dumbo

Ikan lele adalah salah satu ikan yang mampu tumbuh dalam situasi air dan tanah seperti apapun. Ikan lele dumbo memiliki perbandingan antara jumlah pakan dan berat tubuh yang cukup baik. Artinya dengan 0.5kg pakan maka berat tubuh lele pun mencapai kurang lebih 0.5kg juga. Dengan keadaan seperti itu, maka ikan lele banyak dibudidayakan oleh masyarakat di Indonesia. Dibawah ini akan dibahas mengenai Cara budidaya lele dumbo, kolam lele dumbo, penyakit lele dumbo, pakan lele dumbo, hama lele dumbo, dan lain sebagainya.

Apa Itu Budidaya Ikan Lele Dumbo

Terdapat dua unsur penting dalam melakukan usaha budidaya ikan lele, unsur pertama adalah tahap pembenihan dan unsur yang kedua adalah tahap pembesaran. Pada unsur pertama yaitu tahap pembenihan berjuan untuk menghasilkan kualitas bibit ikan lele terbaik. Sedangkan unsur kedua yaitu tahap pengembangan bertujuan untuk menghasilkan ikan lele yang memiliki kualitas baik bahkan lebih. Berikut ini adalah persiapan yang perlu anda lakukan bila ingin membudidayakan ikan lele.

Persiapan Kolam

Banyak berbagai macam jenis kolam yang dapat dibuat sebagai kolam budidaya ikan lele. Kolam tersebut dapat berupa kolam tanah, kolam tanah dengan sisi tembok, kolam terpal, dan lain sebagainya. Setiap masing-masing dari kolam tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing bila ditinjau dari berbagai aspek budidaya. Pastikan kondisi lahan dan ketersediaan dana bila anda akan membuat sebuah kolam, baik itu kolam tanah, tembok, atau terpal.

Disebabkan banyaknya masyarakat yang menggunakan kolam tanah sebagai medianya, maka di bawah ini akan di bahas mengenai pembuatan kolam tanah.

Proses Pengeringan Tanah

Dalam proses pembuatan kolam ikan pastikan ketinggian mencapai 100cm. Ketika tanah selesai dicangkul dengan luas yang sesuai dengan keinginan anda, maka keringkan. Pengeringan berlangsung selama 4-7 hari. Tujuan dari pengeringan kolam adalah untuk mematikan keberadaan mikroorganisme jahat yang dapat menyebarkan penyakit pada lele. Bajak atau cangkul permukaan tanah yang telah kering.

Bila anda melihat kandungan lumpur hitam dalam tanah yang sedang di cangkul atau dibajak, maka segera angkat lumpur tersebut. Lumpur hitam tersebut memiliki aroma berbau busuk karena terdapat kandungan gas amonia dan hidrogen sulfida. Gas-gas tersebut terbentuk dari tumpukan proses pembusukan hewan atau tumbuhan. Setelah proses penggemburan selesai, biarkan selama 2-3 hari hingga kering kembali.

Pemberian Kapur dan Pupuk

Setelah kolam kering maka segera lakukan pengapuran pada dasar kolam. Pengapuran berfungsi membunuh mikroorganisme jahat. Jenis kapur yang digunakan untuk proses pengapuran adalah jenis kapur tohor.

Tebarkan kapur secara merata di atas dasar permukaan kolam. Setelah ditebari kapur, bolak balik tanah agar kapur yang telah ditebarkan meresap ke bagian tanah yang terdalam. Takarn yang dibutuhkan dalam proses pengapuran adalah 200-750gr/m2, atau tergantung pada tingkat keasaman tanah. Bila semakin tinggi tingkat keasaman tanah maka kapur yang ditebar semaikin banyak.

Langkah selanjutnya setelah proses pengapuran adalah proses pemupukan. Gunakanlah campuran antara pupuk organik dan pupuk urea serta TSP. GUnakan pupuk organic jenis kandang atau kompos dengan takaran 200-500gr/m2. Sedangkan pupuk buatan adalah urea dan TSP dengan takaran masing-masing 15gr dan 10gr/m2. Pemupukan tersebut dilakukan agar menyediakan nutrisi alami berupa mikroorganisme bagi ikan lele, seperti fitoplankton, plankton dan lain sebagainya.

Pengairan

Dalam proses pengairan perlu diperhatikan bahwa ketinggian air yang baik untuk ternak ikan lele adalah 100-150cm. Pertama isi dengan air mencapai batas 30 sampai 40 cm. Kemudian biarkan air kolam tersinari matahari selama kurang lebih 1 minggu.

Mengapa di isi mencapai tinggi 30-40cm dan di biarkan selama 1 minggu?. Karena dengan kedalaman seperti itu akan memudahkan sinar matahari masih bisa tembus hingga dasar kolam. Selain itu, dibiarkan selama 1 minggu adalah untuk memungkinkan mikroorganisme kecil tumbuh baik dalam kolam. Air kolam yang telah dipenuhi oleh plankton dan fitoplankton akan berwarna kehijauan.

Barulah setelah pakan alami telah siap maka bibit ikan lele siap disebar. Tambah air secara berkala setelah bibit lele disebar.

Bibit

Budidaya ikan lele anda akan menjadi sukses apabila benih yang ditebar memiliki kualitas yang sangat baik. Ada beberapa jenis ikan lele yang sangat populer dibudidayakan oleh masyarakat di Indonesia di Indonesia. Silahkan baca lebih lanjut mengenai jenis ikan lele yang menguntungkan 2019.

Untuk pemilihan bibit, anda dapat membeli langsung pada pembudidaya atau balai besar penelitian di daerah Salabintana-Sukabumi.

Syarat Bibit Unggul

  • Bibit yang ditebar harus sehat
  • Lincah dan gesit
  • Tidak cacat
  • Tidak terdapat luka
  • Bebas penyakit

Untuk menguji ikan lele tersebut telah memenuhi syarat apa belum maka anda harus menguji gerakannya, caranya adalah tempatkan ikan pada arus air. Bila ikan lele dapat menantang arah arus air dan bertahan maka ikan tersebut sehat dan gerakan renangnya tergolong baik. Bibit yang ditebar harus berukuran 5-7cm, dan pastikan semua ukurannya sama agar dapat berkembang dan dipanen secara bersamaan.

Menebar Bibit

Sebelum penebaran bibit maka baiknya lakukan penyesuaian terlebih dahulu. Caranya, masukan air kolam ke dalam wadah baskom lalu masukan bibit ikan lele. Taruh ke dalam kolam agar ikan lele dapat beradaptasi dengan suhu dan lingkungan barunya. Diamkan 15 menit, bila telah mencapai 15 menit, angkat wadah dengan posisi miring secara perlahan agar bibit keluar dengan sendirinya. Cara ini dilakukan agar ikan tidak mengalami stress. Jumlah kepadatan kolam adalah 100-300 ekor/meter.

Kapasitas Kolam

Bila kolam lele dumbo anda mencapai tinggi 100-150cm (ideal), Maka kepadatan bibit lele yang disarankan yaitu 50-350 ekor/m2. Misalkan, bila kolam denganpanjang x lebar 4 x 5 meter maka jumlah bibit ikannya minimal (4×5) x 50 = 1000 ekor, paling banyak (4×5) x 350 = 7000 ekor.

Pakan

Pakan lele dumbo merupakan salah satu unsur yang memakan biaya cukup besar dalam budidaya ikan lele. Banyak macam pakan buatan yang terdapat dipasaran. Pakan ikan lele ada yang alami dan buatan dan campuran. Untuk pakan buatan yang baik di pasaran adalah pakan yang mengandung Food Convertion Ratio (FCR). FCR merupakan rasio perbandingan jumlah pakan yang digunakan dengan berat daging. Bila FCR semakin kecil maka pakan tersebut merupakan pakan buatan dengan kualitas baik.

Bila anda ingin mencapai produksi maksimal dengan biaya yang rendah, maka minimalkan penggunakan pakan buatan pabrik. Gunakan pakan campuran buatan sendiri yaitu dapat dengan campuran dedak, bekatul, dan larva maggot.

Pakan Utama

Ikan lele merupakan ikan karnivora, meskipun pada kenyataanya lele merupakan jenis hewan omnivora. Makanan yang diberikan kepada ikan lele harus banyak mengandung kadar protein tinggi. Kandungan nutrisi yang dibutuhkan ikan lele secara umum dapat dibilah sebagi berikut:

  • 30% protein
  • 4-16% lemak
  • 15-20% karbohidrat
  • Serta vitamin dan mineral.

Banyak pakan berupa pellet dipasaran yang telah mencamtumkan kandungan gizi dibagian belakang bungkusnya. Hanya saja perlu hati-hati dalam memilih pakan. Selalu perhatikan tanggal kadaluarsanya karena nanti akan berakibat buruk pada lele.

Karena ikan lele merupakan hewan yangb aktif di malam hari maka pemberian pakan pada malam hari jangan sampai terlewatkan. Perhatikan pula pergerakan ikan, bila pergerakan ikan tidak agresif lagi dan masih tersisa banyak pakan mengambang berarti ikan sudah kenyang.

Pakan Tambahan

Untuk pakan tambahan anda bisa memberikan jenis pakan alami seperti, keong, tutut, bancet, larva maggot, dan lain sebagainya.

Tata Kelola Air

Untuk mencapai hasil yang maksimal, perhatikan selalu sirkulasi air pada kolam anda. Karena dengan air yang bersih maka kualitas lele anda juga akan lebih baik.

Penyakit

Untuk jenis penyakit lele dumbo hama lele dumbo yang biasa menyerang dapat berupa:

  • Linsang
  • Ular
  • Sero
  • musang air

Untuk menanggulangi hal tersebut maka dapat dilakukan dengan cara memasang jaring air pada sirkulasi air dan atas kolam. Sementara untuk penyakit yang umumnya timbul pada ikan lele adalah berasal dari bakteri, mikroorganisme, dan virus. Ciri-ciri ikan lele yang terserang penyakit adalah terdapat bintik putih pada tuhnya, terdapat luka pada tubuhnya dikarenakan sering menggosokan badan, dan perut kembung.

Untuk mencegah timbulnya penyakit dapat ditanggulangi dengan:

  • menjaga kualitas air
  • mengontrol kelebihan pakan
  • menjaga kebersihan kolam
  • mempertahankan suhu kolam

Panen

Ikan lele bisa dipanen setelah mencapai ukuran 7-15cm biasanya telah mencapai bobot 100-150gr/ekor. Untuk menghindarkan ikan lele dari stress karena panas maka lakukan pemanenan pada pagi dan malam hari.

Yurie

Pin It on Pinterest

Share This