Apa itu Ikan Lele?

Ikan lele merupakan jenis ikan air tawar dengan tubuh memanjang, pipih, dan licin karena terdapat semacam lendir pada tubuhnya. Ikan ini juga memiliki kumis disekitar mulutnya. Lele berasal dari bahasa Yunani yaitu  chlaros, yang berarti ‘lincah’ atau ‘kuat’, hal tersebut mengacu kepada kemampuan ikan tersebut dalam bertahan hidup didalam atau di luar air. Ikan lele atau dalam bahasa lain disebut Clarias ataupun catfish merupakan sejenis ikan air tawar yang hidup hampir diseluruh belahan dunia. Ikan lele mudah dikenali karena bagian tubuhnya yang licin, berkumis panjang yang bermula dari mulutnya, dan tubuhnya pipih panjang. Berikut ini akan dibahas mengenai ikan lele dan cara pembuatan pakan ikan, dalam hal ini membuat makanan lele, baik cara buat pakan lele dari dedak, cara buat pakan lele fermentasi dan organik.

cara membuat makanan/ pakan lele terbaru 2019

lelee

Jenis Ikan Lele

Ikan lele secara umum terbagi kedalam berbagai jenis species. Maka jangan heran bahwa jenis ikan lele di Indonesia memiliki banyak nama, antara lain: di daerah Sumatera Barat disebut ikan kalang , di dataran Gayo dan provinsi Aceh disebut ikan maut, di tanah karo disebut ikan sibakut, di Kalimantan Selatan disebut ikan pintet, di daerah Makasar disebut ikan keling, di Sulawesi Selatan disebut ikan cepi, di daerah Jawa disebut ikan lele atau lindi atau sangkuriang, ataupun ikan keli di daerah Kalimantan Timur.

Sedangkan di bagian Negara lain ikan lele ini disebut dengan nama ikan mali (Afrika), di Thailand disebut plamond, Sri langka disebut gura magura. Ikan lele dalam bahasa Inggris disebut dengan panggilan walking catfish, siluroid, catfish, atau mudfish.

Ciri-ciri Ikan Lele

Ikan jenis Clarias mudah dikenali dari ciri-ciri tubuhnya yang licin, tidak bersisik, panjang dan agak pipih, memiliki sirip punggung dan sirip belakang yang juga memanjang. Terkadang bagian sirip punggung dan sirip belakangnya itu menyatu dengan sirip ekor, yang menjadikan ikan lele tersebut terlihat sekilas seperti ikan sidat.

Bentuk atau struktur kepala ikan lele itu keras menulang, memiliki mata yang kecil dan bentuk mulutnya yang lebar, lalu dilengkapi dengan empat pasang sungut peraba (barbels) atau kita kenal dengan kumis, yang berguna untuk bergerak di bagian air yang gelap. Ikan lele juga memiliki modifikasi struktur alat pernapasan tambahan yang terdapat di bagaian busur insangnya. Memiliki sepasang patil di bagian bawah kedua sisi berbentuk seperti duri tulang yang tajam pada sirip-sirip sisi dadanya. Kebanyakan masyarakat berpendapat bahwa jika patil ini mengenai tubuh manusia maka orang tersebut akan terkena deman yang tinggi karena duri tersebut tidak hanya tajam namun juga dipercaya beracun.

Habibat Ikan Lele

Ikan lele tidak akan pernah ditemukan didaerah air payau atau air asin, kecuali jika ikan lele tersebut merupakan ikan lele laut yang tergolong ke dalam jenis atau family yang berbeda. Ikan lele biasanya hidup di air tawar sedikit berlumpur seperti di daerah sungai dengan arus air yang tenang, telaga, daerah rawa-rawa, bendungan atau waduk, di persawahan yang tergenang air, ataupun pada darah aliran air yang tercemar, contohnya di got-got dan aliran selokan pembuangan limbah rumah tangga.

Ikan lele merupakan ikan bersifat nokturnal yaitu hewan ini kebanyakan aktif bergerak mencari makanan bila malam hari tiba. Pada siang hari biasanya ikan lele hanya berdiam diri dan berlindung di bawah batu-batu besar yang berongga dan di daerah dengan intensitas cahaya yang rendah atau tempat-tempat gelap.

Bila beada di alam bebas biasanya ikan lele akan bertelur atau memijah pada musim penghujan, karena musim hujan merupakan musim yang intensitas airnya banyak. Walaupun pada umumnya anak-anak lele lebih kecil daripada anak gurame pada umumnya, namun ada juga beberapa jenis lele yang bisa mencapai panjang 1-4 m dan beratnya bisa mencapai lebih dari 130 kg, contohnya ikan lele dari Eropa.

Selain hidup di alam bebas, banyak juga jenis ikan lele yang dapat di konsumsi dan disukai oleh masyarakat karena rasa dan tekstur dagingnya yang enak. Banyak jenis ikan lele yang telah telah di kembang biakkan oleh masyarakat, hanya saja kebanyakan jenisnya ditangkap dan diburu dari populasi asli mereka di alam liar, yang mengakibatkan jenis lele tertentu terancam punah. Adapun jenis ikan lele dumbo yang sudah popular dikalangan masyarakat sebagai ikan ternak, sesungguhnya merupakan jenis ikan yang didatangkan langsung dari benua Afrika.

Pakan Ikan Lele

  • Pakan Alami

Untuk pakan ikan lele yang alami dapat berupa larva maggot ataupun jenis-jenis binatang kecil seperti plankton atau mikroorganisme kecil lain yang baik untuk ikan lele. Bila anda kembali ke atas pada proses pemupukan maka proses pemupukan tadi bertujuan untuk menciptakan mikrorganisme baik untuk pakan alami ikan lele.

  • Pakan Tambahan

selain pakan alami, ikan lele harus diberi pakan tambahan karena pakan tambahan tersebut dimaksudkan untuk mempercepat proses pertumbuhan ikan lele. Pakan tambahan ini dapat dengan mudah kita dapatkan tanpa harus sudah mencari ataupun membeli, karena makanan tambahan bisa berupa binatang tiren, jenis usus seperti usus ayam, sisa makanan, daun daunan, ataupun dengan pasta atau pellet maggot yang memiliki kandungan protein cukup tinggi dan bagus untuk pertumbuhan ikan lele.

  • Pakan Campuran/Buatan

Untuk pakan campuran atau buatan, kiata bisa mendapatkannya di toko-toko ternak atau pertanian. Bentuk pakan campuran ini biasanya berupa dedak, pelet, pasta dan lain sebagainya. Anda juga bisa menggunakan pakan buatan dari bahan larva maggot atau maggot. Pakan buatan ini biasnya dijadikan sebagai pakan alami karena kandungan gizinya yang baik bagi pertumbuhan ikan lele.

Cara Membuat Pakan Lele Dari Dedak

Alat dan Bahan:

  • Wadah baskom/ drum
  • Dedak halus 5kg
  • Pelet Maggot BSF 2.5kg
  • Garam secukupnya
  • Minyak sayur 5 sdm
  • Air bersih 5 liter
  • Panci

Cara pembuatan:

  • Masukan semua bahan kecuali minyak sayur ke dalam wadah, aduk hingga rata
  • Tambahkan air sedikit demi sedikit
  • Masukan dalam panci, kukus selama 1 jam
  • Angkat tiriskan
  • Setelah di kukus, campurkan minyak sayur
  • Aduk kembali hingga rata
  • Diamkan selama 1 malam agar terangin angin
  • Bentuk bulat kecil
  • Pakan siap diberikan

Cara Membuat Pakan Lele Fermentasi

Ada banyak jenis pakan lele yang dapat dibuat dengan cara fermentasi. Berikut ini adalah pakan lele yang dibuat dari fermentasi ampas kelapa. Ampas kelapa dipilih karena mudah untuk didapatkan. Alat dan bahan yang perlu disiapkan adalah sebagai berikut:

Alat dan Bahan:

  • Ember/ drum/ tong
  • Ampas kelapa 25 kg
  • Larutan EM4 2 liter buatan sendiri/ bila anda membeli maka gunakan EM4 untuk perikanan
  • Ragi tape 5-7 butir/ 2-3 lembar
  • Mineral feed supplement untuk ikan 0,5 kg
  • Plastik kedap udara

Cara Pembuatan:

  • Peras ampas kelapa hingga tidak mengeluarkan air lagi, hingga benar-benar kering
  • Kukus dalam air mendidih selama setengah jam
  • Angkat dan tiriskan
  • Campurkan larutan em4, ragi dan mineral feed dengan ampas kelapa yang telah dikukus, aduk rata
  • Stelah itu masukan kedalam drum, tutup rapat dan berikan bolongan pada tutupnya
  • Diamkan selama 3-5 hari hingga proses fermentasi selesai.
  • Masukan ke dalam plastic kedap udara agar pakan bertahan lama
  • Bila anda ingin pakan dapat bertahan lebih lama lagi, anda dapat meng-oven pakan fermentasi, pakan yang telah di oven dapat bertahan selama 2 bulan lebih.

Cara Membuat Pakan Lele Organik

Bahan dan Alat:

  1. Kotoran ternak 100kg
  2. Larutan EM4 perikanan 1 liter
  3. Air bersih 20 liter
  4. Tetes tebu/ molase 2 liter
  5. Paranet sesuai kebutuhan
  6. Jerigen/ kompan air kapasitas 10-30 liter

Cara Pembuatan:

  • Kotoran ternak dikeringkan terlebih dahulu dengan cara dijemur
  • Campur seluruh bahan aduk hingga rata
  • Bahan yang telah rata masukan ke dalam kompan air/ jirigen
  • Tutup rapat kompan air
  • Fermentasi selama 1-2 minggu
  • Sesekali buka tutup kompan agar udara keluar

Yurie

Pin It on Pinterest

Share This