Apa Itu Ikan Lele Sangkuriang?

Ikan lele sangkuriang adalah ikan lele hasil rekayasa genetik dari jenis ikan lele dumbo. Lele sangkuriang ini juga sering disebut dengan nama Clarias SP. Rekayasa genetik lele sangkuriang pertama kali dilakukan oleh sebuah badan perikanan di Salabintana-Sukabumi, dengan tujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas ikan lele dumbo. Cara beternak ikan lele sangkuriang sangatlah mudah, cara bikin pakan ikan lele nya pun juga sangat mudah, tidak ribet.

cara beternak ikan lele sangkuriang

lele sangkuriang

Potensi yang dimiliki ikan ini sangat bagus, dengan waktu panen yang tidak begitu lama.

Gambaran secara umum tentang ikan lele sangkuriang adalah ikan yang berkumis, bagian tubuhnya berlendir, tidak terdapat sisik sedikitpun, dan mempunyai ukuran mulut yang cukup lebar, yaitu hamper 1/4 dari panjang tubuhnya. Ciri yang menonjol dari ikan lele sangkuriang yakni mempunyai 4 pasang rambut panjang yang terdapat di mulutnya, yang berfungsi sebagai alat peraba dalam memcari makan. Keempat pasang rambut panjang/ sungut tersebut terdiri dari 2 pasang sunggut bagian atas dan 2 pasang rambut panjang di bagian bawah.

Fungsi dari rambut panjang/ sungut bagian bawah adalah sebagai alat peraba ketika berenang dan untuk mencari makanan. Ikan lele sangkuriang juga memiliki sirip pada bagian dada yang disebut patil dan cukup keras, yang berguna untuk melindungi dirinya dari serangan predator.

Cara Budidaya Lele Sangkuriang

Ada banyak metode dalam media budidaya ikan lele sangkuriang, berikut ini adalah 3 metode dalam budidaya lele sangkuriang.

1. Kolam drum

Budidaya ikan lele sangkuriang di dalam drum merupakan salah satu pilihan yang tepat bagi kalian yang ingin memulai ternak klele sangkuriang dengan mudah dan praktis. Untuk memulai budidaya lele menggunakan drum, alat dan bahan yang dibutuhkan yaitu sebuah drum plastik berukuran lebar 58cm dengan diameter 93cm, kapasitas 200 liter air.

Ketika anda menggunakan drum plastic sebagai media kolam, maka ada beberapa langkah yang harus di lakukan sebelum anda memulai budidaya ikan lele sangkuriang ini.

  • Siapkan media ternak lele itu sendiri yaitu drum plastic
  • Isi drum plastik dengan tanak yang telah tercampur dengan pupuk kandang
  • Masukan air ke dalam drum dengan ketinggian 30cm
  • Diamkan selama 14 hari
  • Isi air bersih kembali

Tiga langkah diatas tersebut harus dilaksanakan dengan tujuan agar media yang anda gunakan layak dan tepat untuk pertumbuh ikan lele. Tujuan lainnya adalah untuk menumbuhkan mikro organisme baik yang nantinya akan menjadi bahan pakan alami bibit ikan lele sangkuriang yang akan ditebar.

Lakukan selalu pengecekan terhadapo kondisi bibit yang sudah ditebar ke dalam kolam. Biasanya ketika bibit dimasukan dalam drum, akan ada beberapa bibit yang mati karena tidak dapat beradaptasi dengan media yang baru. Agar tidak terjadi kematian maka lakukan proses adaptasi dengan menuangkan air kolam dalam baskom yang berisi benih. Diamkan selama 15 menit. Setelah itu tuangkan benihb secara perlahan ke dalam kolam, sedikit demi sedikit.

2. Kolam tepal

Bila kolam drum kurang begitu menarik, maka anda dapat mengaplikasikan metode ternak lele sangkuriang menggunakan terpal dengan memanfaatkan lahan kosong yang tersedia. Metode berikut ini adalah metode yang hampir sama dan tidak berbeda jauh berbeda, dengan sistem kolam tanah biasa pada umumnya.

Bila anda menginginkan biaya produksi pembuatan kolam yang cukup murah maka, metode kolam terpal ini dapat menjawab permasalahan keuangan anda. Tentunya untuk permulaan budidaya lele sangkuriang ini adalah anda harus punya sebuah lahan kosong untuk kolam terpal anda.

Setelah itu anda harus membeli sebuah terpal ukuran 6×3 meter dengan tinggi 1 meter, padat tebar 1000 ekor. Terpal yang akan diaplikasikan untuk pembuatan kolam ikan seharusnya memiliki ketebalan yang cukup tebal dengan merk orchid.

Mengapa terpalnya harus tebal? Karena hal tersebut bertujuan agar air yang di tamping terpal tidak merembes melalui terpal tersebut. Setelah persiapan terpal telah selesai maka selanjutnya adalah membuat bingkai pembatas dari bambu. Maksud dari pembuatan bingkai pembatas tersebut adalah untuk menghindari tekanan dari luar berupa getaran atau tiupan angina yang membuat kolam terpal bergeser.

Lokasi kolam terpal usahakan tidak berada dalam daerah lembab dan tidak terkena matahari langsung. Bila memang tidak ada pepohonan sama sekali, maka anda dapat menggunakan paranet sebagai atap kolam terpal anda.

3. Kolam tanah

Cara budidaya lele sangkuriang yang terakhir adalah cara biasa yang umum masyarakat atau pembudidaya lakukan, yaitu media kolam tanah. Metode ini merupakan metode yang lazim dan banyak digunakan oleh para peternak/ pembudidaya ikan lele sangkuriang.

Adapaun kelebihan dari penggunaan media kolam tanah adalah, anda dapat menebarkan jumlah benih lele sangkuriang anda lebih banyak daripada menggunakan cara atau media kolam terpal atau drum. Namun, budidaya ika lele sangkuriang di kolam tanah harus memperhatikan berbagai faktor penting, salah satu faktornya yaitu kondisi tanah.

Anda harus memeriksa terlebih dahulu kondisi dinding kolam tanah anda. Dengan tujuan agar tidak terjadi kebocoran/ rembesan pada kolam tanah. Adapaun langkah-langkah yang harus anda lakukan adalah.

Pembuatan Kolam

Untuk pembuatan kolam ternak pada umumnya sebenarnya tidak ada ukuran dan luas yang pasti dalam pembuatannya terutama pembuatan kolam tanah untuk budidaya ikan lele. Kolam tersebut bisa dibuat dengan ukuran dan bentuk sesuai dengan yang anda kehendaki. Ketika kolam tanah ini telah jadi, maka biarkan tanah pada kolam sampai mengering. Setelah mencapai satu minggu lebih atau sampai terlihat retakan pada tanahnya. Tujuan dari pengeringan tanah adalah untuk mematikan organisme jahat yang terdapat dalam tanah. Perlu di ingat bahwa untuk 80-100 ekor ikan lele remaja dibutuhkan luas kolam 1m2.

Pengapuran

Setelah selesai melakukan proses pengeringan tanah, maka langkah selanjutnya adalah pengapuran. Pengapuran dilakukan dengan cara menebarkan kalsium oksida atau kapur tohor ke atas permukaan kolam yang telah kering. Proses tesebut dilakukan dengan maksud agar bakteri-bakteri jahat yang terdapat di dalam kolam bisa mati dan juga bertujuan agar dapat menyeimbangkan kadar asam dalam kolam.

Untuk takaran dosisnya gunakan kapur sebanyak 200gr-700gr pada setiap 1 meter persegi kolam, hal tersebut tergantung pada kondisi asam basa tanahnya. Ketika tinggkat keasaman tanah terlalu tinggi, maka kapur yang harus disebarkan harus lebih banyak, ataupun sebaliknya.

Setelah proses pengapuran selesai, segera lakukan proses pemupukan dengan menggunakan pupuk kandang atau pupuk kompos dicampur TSP dan urea, dimana takaran untuk per meternya adalah 200gr-550gr untuk pupuk organik, 15 gr untuk pupuk urea dan 20 gr untuk TSP.

Pengairan

Dimanapun anda berada, ketika anda melakukan budidaya ikan pastinya anda membutuhkan air karena air merupakan hal wajib/utama dalam dunia perikanan. Untuk budidaya ikan lele, mulailah dengan mengisi kolam pembiakan dengan air setelah kolam yang anda buat telah benar-benar siap untuk digunakan sebagai habitat ikan lele.

Proses pengisian air dalam kolam ini harus dilakukan secara perlahan atau selangkah demi selangkah dimulai dari pengisian yang pertama dengan ketinggian airnya mencapai 25cm-45cm. Setelah pengisian yang kesatu ini telah dilaksanakan, biarkan sejenak kolam selama 1 mingguan. Setelah pembiaran itu barulah melanjutkan ke tahap kedua yaitu pengisian air hingga ketinggian yang di inginkan, biasanya mencapai ketinggian 100-130cm.

Penempatan Ikan

Setelah kolam terisi air dan siap, langkah selanjutnya yang dilakukan adalah penempatan atau pembibitan ikan. Untuk anak ikan lele atau bibitnya disarankankan membeli dari orang yang membudidayakannya langsung dan telah memiliki sertifikat dari balai perikanan setempat. Karena dengan begitu, bibit ikan lele yang akan di budidayakan nantinya akan terjamin kualitasnya.

Setelah membeli bibit berkualitas yang diinginkan, maka segera lakukan penyesuaian kondisi iklim terlebih dahulu yakni dapat dilakukan dengan cara menempatkan bibit dalam saringan lalu ambangkan di permukaan kolam selama 15 menit atau bisa dengan cara menempatkan bibit ikan lele ke dalam ember atau baskom besar berisi air kolam selama 15 menit. Kemudian barulah anda dapat menebarkannya di kolam.

Nah itulah beberapa cara dalam melakukan budidaya ikan lele sangkuriang. Semoga bermanfaat bagi sahabat semuanya.

Yurie

Pin It on Pinterest

Share This