Apa itu Maggot BSF dan Ampas Kelapa Sawit Pakan Ikan Lele?

Maggot/ belatung BSF merupakan belatung yang telah mencapai fase dewasa, yang berasal dari telur dan larva lalat tentara hitam/ black soldier fly. Maggot BSF banyak digunakan sebagai pakan alternatif dan pakan campuran/ buatan hewan ternak, terutama pakan unggas, pakan ikan, dan pakan burung, karena kandungan protein dan nutrisinya yang cukup banyak. Sementara ampas kelapa sawit merupakan limbah bungkil kelapa sawit yang berasal sisa proses pengolahan kelapa sawit menjadi minyak goreng, dan lain sebagainya. Ampas dari kelapa sawit ini dapat dimanfaatkan sebagi pakan ternak pula, karena kandungan gizinya yang cukup baik. Dibawah ini akan dibahas mengenai maggot BSF, ampas kelapa sawit, serta bagaimana beri makan lele dan buat/ bikin pakan lele yang baik.

maggot BSF

maggot bsf

Apa itu Maggot BSF?

Maggot/ belatung BSF merupakan belatung yang telah mencapai fase dewasa, yang berasal dari telur dan larva lalat tentara hitam/ black soldier fly. Lalat tentara hitam ini merupakan jenis lalat sehat karena dia hanya mengkonsumsi pakan organik. Larva BSF memiliki kemampuan untuk menguraikan bakteri jahat yang terdapat dalam sampah. Lalat ini juga sering disebut dengan hermatia illucens karena kemampuannya yang dapat menghasilkan enzim selulosa.

Saat ini Maggot BSF telah banyak dibudidayakan karena kandungan nutrisi dan proteinnya yang baik untuk hewan ternak, serta potensi dari usaha budidaya maggot BSF itu sendiri yang terbilang memiliki potensi yang bagus.

Dengan banyaknya manfaat yang didapatkan dari  lalat tentara hitam/ BSF, dalam hal ini dalam larva atau maggotnya, maka maggot BSF ini sangat bagus untuk dibudidayakan.

Alasan Budidaya Maggot BSF

  • Lalat tentara hitam bukan hanya alami, namun adalah hewan yang tak pernah makan keberadaannya juga aman bagi manusia
  • Pengurai/ dekomposer sampah organik ramah lingkungan
  • Jumlah dan populasi dapat terkontrol secara alamiah
  • Jumlah telur yang mencapai ribuan per-ekor lalat BSF
  • Larva BSF merupakan hewan pemakan segala
  • Pertumbuhan cepat
  • Nafsu makan besar sehingga dapat cepat besar dan cepat panen
  • Bersih dan tidak memiliki aroma bau
  • Pakan ternak bernutrisi tinggi
  • Menggunakan/ memakan sedikit tempat
  • Daya tahan kuat
  • Hasil panen melimpah
  • Sumber protein hewani yang bersih dan terbarukan
  • Tinggi kalori dan protein
  • Potensi usaha yang menguntungkan
  • Dapat berkembang dan beradaptasi dengan iklim di Indonesia
  • Media budidaya mudah dibuat
  • Indukan BSF mudah didapatkan bahkan diternakan

Apa itu Ampas Kalapa Sawit?

Ampas kelapa sawit merupakan sisa limbah atau residu hasil dari pengolahan kelapa sawit menjadi produk olahan. Limbah kelapa sawit ini tidak akan mempengaruhi lingkungan sekitar karena merupakan limbah organik, yang tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Dulu ampas kelapa sawit tidak terpakai sama sekali, namun seiring berjalannya waktu ampas kelapa sawit mulai dilirik untuk dimanfaatkan dalam hal peternakan dan perkebunan. Limbah kelapa sawit ini mudah untuk diolah karena berbentuk sampah organik.

Manfaat Limbah Kelapa Sawit

  1. Pembuatan pupuk organik

Diolah sebagai campuran pupuk organik untuk pertanian dan perkebunan.

  1. Bahan pakan alternatif ternak

Dibuat menjadi pakan alternatif hewan ternak. Baik itu sapi, kambing, ikan, dan lain-lain.

  1. Pulp kertas

Digunakan sebagai bahan alternatif serat kertas

  1. Arang masak

Limbah sawit dapat dapat digunakan sebagai bahas campuran pembuatan bahan bakar alternatif

  1. Perabotan rumah tangga

Dibuat campuran perabotan rumah tangga

  1. Media perkembangan maggot dan jamur

Menjadi salah satu media untuk emmunculkan maggot bsf atau jamur

  1. Memiliki unsur hara yang tinggi

Tanah setelah panen memiliki unsur hara tinggi karena hasil dari pembusukan. Kandungan gizi dan nutrisi yang dimiliki oleh limbah kelapa sawit termasuk salah satu yang tertinggi bila dibandingkan dengan limbah singkong dan lain sebagainya. Berdasarkan Aritonang Pasaribu dan Utomo, limbah kelapa sawit ini mengandung nutrisi sebagai berikut:

  • Energy kasar 3000-4230 kkal/ kg
  • Protein kasar 15-17%
  • Serat kasar 9-26%
  • Lemak kasar 7-16%

Cara buat Pakan Lele dari Maggot BSF

Untuk pakan ikan lele alami, anda dapat memberikan larva maggot secara langsung untuk lele usia 15 hari ke atas, namun untuk lele usia dewasa atau 30 hari ke atas tingkat kepadatan pakan harus di ditingkatkan, oleh sebab itu dibuatlah pakan campuran/ buatan. Berikut adalah cara membuat pakan buatan lele:

Alat dan bahan:

  • Dedak halus 5kg
  • Tepung Maggot 30 kg
  • Tepung kedelai 30 kg
  • Tepung jagung 40 kg

Cara Pembuatan:

  • Tepung maggot bsf, tepung kedelai, tepung jagung dan ragi tempe dicampur menjadi satau dan diaduk sampai tercampur rata.
  • Masukan air, lalu aduk sampai kalis
  • Tuang adonan dalam wadah
  • Diamkan selama setengah hari/ 12 jam
  • Giling ikan asin dan daun pepaya hingga halus
  • Cetak adonan yang telah selesai didiamkan
  • Keringkan dibawah sinar matahari
  • Simpan dalam wadah kedap udara

Cara buat Pakan Lele dari Ampas Kelapa Sawit

Bahan-bahannya adaalah sebagai beraikut:

  • Bungkil kelapa sawit
  • Tepung ikan atau tepung maggot BSF
  • Tepung sagu
  • Tepung pollard/ kopra
  • Air matang secukupnya

Cara pembuatannya adalah campur semua bahan dalam satu wadah selangkah demi selangkah mulai dari bahan yang pertama, lalu tambahkan air sedikit demi sedikit, kemudian aduk rata. Bentuk Bulat-bulat kecil kemudian keringkan dengan kepadatan 60-70%.

Sekian ulasan kali ini, semoga bermanfaat bagi sahabat semua.

 

Yurie

Pin It on Pinterest

Share This