Ternak Ayam Kalkun - Ayam Kalkun si Montok Yang Janjikan Untung Besar

Apakah Anda familiar dengan ayam kalkun? Pernahkah Anda mencicipi daging ayam jenis ini?

Ketika kita mendengar kata ayam yang ada di pikiran kita adalah ayam goreng kampung dengan colekan sambal geprek atau ayam merah dengan sambal bawang mentah.

Terbayang rasa lapar di pikiran kita, namun dewasa ini telah banyak terobosan kuliner baru mengenai ayam.

Ayam kalkun tentunya masih asing untuk kita konsumsi tetapi sebenarnya ayam bertubuh tambun ini memiliki keistimewaan yang banyak.

ayam-kalkun

Kualitas Daging Kalkun Terbaik

Salah satunya daging ayam ini sangat kesat dan lebih gurih dibanding ayam lainnya. Mengapa demikian?

Ayam kalkun termasuk ayam yang menyukai makanan sayuran segar, jadinya tubuh ayam ini begitu pesat pertumbuhan dan perkembangannya.

Ayam kalkun sendiri bukan asli ayam dari Indonesia tapi dari daratan amerika. Namun ternyata kalkun bisa hidup di iklim tropis Indonesia dan

Bahkan sekarang sedang mencoba diperbanyak. Selain untuk konsumsi tapi juga untuk menjaga kelestarian jenisnya.

Zat vitamin dalam sayuran segar akan menambah kulit ayam kalkun menjadi 2 kali lebih kencang sehingga tak heran jika dagingnya begitu lezat untuk dikonsumsi.

ayam-kalkun

Jenis Ayam Kalkun

Ada berbagai jenis ayam kalkun yang sudah dikembangbiakkan di Indonesia antara lain jenis ayam kalkun Bronze, Kalkun Putih, kalkun Royal Palm, Kalkun Golden Palm, Kalkun Bourbon Red, Kalkun Self Buff.

Dalam pengembangbiakan jenis ayam kalkun yang montok ini, sama halnya dengan ayam pada umumnya tetapi kadar makanan lebih ekstra karena posturnya memang bisa mencapai tinggi 1,5 meter.

Jika anda penasaran bagaimana cara mengembangkan jenis ayam kalkun ini, anda bisa menjadikan poin-poin di bawah ini menjadi referensi.

Persiapan Kandang

Dalam mempersiapkan pengembangan, yang utama adalah kandang anak kalkun. Anakan kalkun masih kecil cukup ditaruh dalam boks atau kotak berukuran 1x1 meter dan tinggi 70 cm dengan kapasitas ayam 5 bibit.

Setelah ayam berusia 2-3 bulan, pindahkan ke kandang berukuran 150 cm2 tinggi 120 cm.

Khusus ayam kalkun dewasa ada perlakuan istimewa ketika sudah berumur lebih dari 5 bulan, pisahkan setiap kalkun ke kandang yang berbeda karena jika dicampur jadi satu akan berakibat stress dan saling bertarung, pisahkan menurut jenis kelaminya.

Selesai dipisah menurut kelamin dan umur maka langkah selanjutnya adalah pemberian pakan.

Penyediaan Pakan

Ayam kalkun secara umum sama dengan ayam kampung dalam hal pakan, tidak perlu terlalu banyak modifikasi seperti jenis pakan namun lebih diutamakan lebih segar setiap harinya.

Pakannya seperti kangkung, bayam, bekatul, sawi, kol, eceng gondok, dan sebagainya.

Sayuran harus segar dan diiris kecil-kecil, tak lupa buah-buahan juga penting dalam pemberian pakan kalkun.

Agar pakan tidak mengotori kandang, maka sebaiknya dibuat kotakan pakan khusus dari kayu.

Jangan di cat warna mencolok seperti merah atau hijau kaena bisa menakuti kalkun dan menjadikan stress.

ayam-kalkun

Manajemen Pakan

Frekuensi pakan dalam sehari bisa sampai 4 kali, bisa diatur jam 7 pagi, jam 11, jam 3 sore dan jam 6 sore.

Kadar pemberian pakan jangan monoton satu hari satu macam tetapi dijadwalkan satu hari beberapa jenis, misalnya

Pagi jam 7 berikan kangkung 70% dan bekatul 20%, air minum 10%.
Pada jam 11 pagi berikan buah 50% dan sayuran 50%.
Pada jam 3 sore berikan bekatul 50% dan sayuran 30%, air 20%
Pada jam 6 sore berikan buah campuran sayur dengan bekatul porsi lebih sedikit.

Masa Kawin Kalkun

Kalkun yang telah memasuki usia 8 bulan bisa segera disatukan agar terpacu untuk birahi.

Satukan kalkun jantan dan beberapa betina dalam kandang khusus yang tenang, jangan dicampur dengan kalkun di bawah umur 8 bulan.

Untuk membedakan kalkun jantan anda bisa mengamati leher gelambir bagian bawah lebih lebar daripada kalkun betina.

Setelah jadi satu tunggulah beberapa hari dan kalkun akan siap bertelur.

Telur kalkun bentuknya lebih jumbo dibanding telur ayam biasa, tak perlu heran karena memang posturnya yang besar.

Perawatan Kalkun

Kalkun yang telah dibuahi nantinya hanya akan mengeluarkan satu butir saja setiap betina, maka ketika proses perkawinan si jantan bisa dikelilingi oleh 6 betina agar telur yang ditetaskan sejumlah betina yang dikawinkan.

Masa pengeraman telur sekitar 24-28 hari. Kalkun jangan terlalu dikurung dalam kandang saja namun liarkan sejenak untuk mengantisipasi stress pada kalkun.

Jika kalkun sampai mengalami stress maka akan berefek pada produktivitasnya.

Liarkan kalkun setiap pagi dan menjelang sore di tanah lapang seperti menggembala kambing.

Hal ini dilakukan agar kalkun bisa berinteraksi dengan lingkungan dan tidak kaget jika ada suara gaduh atau petir.

Kandang yang bersih adalah salah satu tujuan produksi kalkun yang sukses, maka hindarkan kandang kalkun dari rembesan air atau genangan air yang bisa mengakibatkan munculnya jentik-jentik nyamuk.

ayam-kalkun

Pemasaran Kalkun

Proses pemasaran ada 2 bagian, pasaran bibit dan pasaran daging kalkun. Jika anda ingin mengembangbiakkan dan mengenal lebih baik tentang kalkun maka bisa dengan membeli bibit yang masih berusia 4 minggu.

Harga per bibit lebih murah dibanding harga kalkun dewasa tentunya, namun sedikit lebih mahal dari harga bibit ayam pada umumnya.

Kisaran bibit kalkun dengan umur 4 minggu adalah Rp. 20.000/ ekor.

Sedangkan daging ayam kalkun yang siap untuk dikonsumsi harga bisa mencapai ratusan ribu karena jumlah dagingnya yang banyak.

Kandungan Gizi dan Manfaat Kalkun

Daging kalkun memiliki nilai gizi yang sangat baik, antara lain:

  • Setiap 1900 gram sajian daging kalkun mengandung 160 kalori.
  • Daging kalkun juga mengandung vitamin B6 (0,6 mg), B12, niacin (6,6 mg), riboflavin (0.1 mg) dan asam pantothenic (0,7mg),besi (1,2mg), zinc(1,2mg), potasium dan selenium, kalsium (10mg), fosfor 206 mg,kalium (293 mg) dan protein (24,6mg)
  • Nilai energi kalkun per 100 gram adalah 111 kilokalori

Manfaat yang didapat dari daging kalkun adalah:

  • Meningkatkan sistem imunitas tubuh
  • Telur kalkun mampu memperkuat dan melenturkan jaringan syaraf dan pembuluh darah arteri
  • Berguna untuk pencegahan aterosklerosis
  • Potensi stroke dan serangan jantung
  • Mencegah sel kanker ganas
  • Membantu mencegah kolesterol darah, daging kalkun memiliki senyawa tak jenuh sehingga tidak mengakibatkan penumpukan lemak jenuh dalam darah
  • Sehat untuk penderita diabetes
    bagi penderita diabetes tidak perlu was-was dalam mengkonsumsi daging kalkun, malahan disarankan selama dalam pengolahan tidak menambahkan zat pemanis
  • Membentuk tubuh ideal

Daging Kalkun Untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Daging kalkun lebih banyak mengandung protein dan lemak sehingga sangat baik untuk membentuk tubuh, kadar darah juga bisa meningkat maka sangat dianjurkan bagi ibu hamil dan menyusui.

Selama pengolahan ayam kalkun tidak berlebihan dalam penambahan bumbu buatan dirasa aman untuk dikonsumsi, perebusan ayam kalkun sebaiknya dilakukan hingga minyak keluar sempurna guna menghindari keracunan.

Beberapa kejadian keracunan seperti mual, muntah hingga menimbulkan rasa mengantuk yang berlebihan.

Yurie

Pin It on Pinterest

Share This